Sabtu, 26 Oktober 2013

I PROMISE


Malam sudah hampir usai, saat pertiganya menyambangi keheningan ... di antara torehan mimpi dan sepi yang kian mengujung, dan aku masih saja tak dapat membuka pintunya. Di sini di ujung penantian takdir yang mungkin akan mengubah salah satu alur kisah kemudian, penantian itu hanya dapat ku bagi bersama sepi dan ku basuh diantara Do'a, ada dzikir mungil nan sederhana mungkin itulah yang ku tersisa untuk menutupi irisan di dada... 

tinggal satu yang sudah pasti aku punya pada apapun takdir yang akan tiba... Janji itu... Janji itu.... Janji itu ... seperti yang telah ku kabarkan pada pagi dan di tulis oleh mentari 

"I PROMISE..... "

___ Promise di malam takdir 26.10.13-02.02. __

Senin, 21 Oktober 2013

KAU SELALU MEMELUKKU DALAM KESUNYIAN




Diantara bebatuan, menatap derai air yang terjun dari bayangan langit hingga mengasap dan jatuh dalam genangan... dan gemercik periak sahdu ketukan di bebatuan jadi hiasan gemuruh lembut yang tak berkesudahan... semakin diam semakin terasa menusuk kalbu, kian menukik kedasar hati hingga rasanya menyentuh ulu kalbu walau tak sempat ku masukan tiap desiran alirannya di tempat itu ...
Selalu terpaku ... saat aku terdiam diantara celoteh ranting pada dedaunan, selalu terhening saat aku terhenti diantara desir nyanyian angin di dinding tanah dan bebatuan.. dan semakin terpaku diantara kepingan-kepingan air dan tiap sentuhan ujung rindunya yang selalu terasa beda diantara bagian manapun yang disambanginya dari diriku , hatiku hingga hidupku ...
Lembar demi lembar dedaunan kuning yang berserakan disepanjang lintasa air dan bebatuan seperti tumpukan lembaran-lembaran kisah ku yang mungkin sebagian berserakan walau sebagain tlah ku susun rapi agar saat nanti harus ku sambangi tak ada bagian yang tercecer dan lupa jika harus kembali dikisahkan, atau setidaknya jika nanti aku mati masih ada sisa kisah yang dapat di sambangi.. karena bisa jadi kisahkupun kan berserakan dan sebagian hanyut dalam lembaran-lembaran dedaunan kering menguning di sepanjang lintasan jaman..
Tak ada kidung merdu yang sempat ku ukir diantara satu persinggahan taqdir ke persianggahan yang lainnya, namun setidaknya aku pernah tau nyanyian terindah dari air dan bebatuan yang pernah aku singgah di sana..

Dalam Rindu .... Curug Sadim, 20 Oktober 2013

Sabtu, 19 Oktober 2013

SEDERHANA....



SEDERHANA...... bukan rembulan yang ku pinta dari ujung langit malam, bukan mentari yang akan ku ambil dari serambi siang, bukan aku tak ingin mengambilnya namun ku tau jika ku ambil ada banyak orang yang tak dapat hidup karena kehilanganmu itu, Namun aku hanya menanti sepanjang hari menunggu setiap waktu dan mencari kabar di sepanjang malam tentang semua rona , warna dan cahyamu.. bahkan itu sebenarnya hal yang sudah biasa engkau bagikan tanpa dipinta setiap orang... dan aku akan tetap menanti dan menanti hingga engkau paham apa makna penantianku ini... 

cahya rembulan yang aku nantikan, sinar mentari yang aku harapkan, untukku cukup menjadi obat rindu di antara keterpisahan.... SEDERHANA bukan meminta rembulan...

Rabu, 16 Oktober 2013

KURBAN (Memaknai Keikhlasan Tanpa Balasan)

Idul Kurban 1434 H

Waktu terus bergulir menyusuri lintasannya, walau kadang lurus kadang berbelok, kadang juga naik turun dan berkerikil bahkan berlobang di sana sini, karena memang begitulah karakteristik kehidupan, bukan air yang menggenagn, bukan pulan ombak bergulung silih berganti berdeburan, namun pergantian dari semua putaran takdir yang dinamis tak berhenti dan menepi hanya di satu titik penghabisan.. yakni KEMATIAN.

Setiap kelokan tak akan pernah bisa kita hindari untuk bersiaga barangkali ada bahu jalan yang licin dan membuat kita tergelincir, di setiap tanjakan dan turunan pun tak luput dari bagian kesiagaan untuk tetap menjaga kesetabilan perjalanan, apalagi saat melalui bagian jalanan yang berlobang yang kian menganga kian membuat kita harus makin waspada, mungkin kita cedera atau bahkan jatuh tersungkur tak berdaya di sana, bahkan saat kita lalui jalanan lurus dan mulus sekalipun, hidup bagian dari kesiagaan, kesiapan dan tentunya deretan kisah - kisah pengorbanan yang tak bisa terhindarkan.

Dan PENGORBANAN dari bagian manapun episode hidup ini seharusnya bermakna KEIKHLASAN TANPA BALASAN.

Robb.... apapun pengorbananku untuk apapun dari hidupku... titipkan pada hatiku Keikhlasan tanpa Balasan..

------------------ 16,10,2013 --- Pena Mungil di balik kesendirian----------

Selasa, 15 Oktober 2013

SEMILOKA MBS JABAR II (Berlari Membangun Negeri)

1 Bulan setelah pelaksanaan Semiloka In-1 di Kabupaten Bandung Barat , untuk mengevaluasi kegiatan pasca In-1 maka di adakan In-2 yang dilaksanakan di Grand Hotel Tryas Kota Cirebon yang dilaksanakan dari tanggal 10 - 14 September 2013 yang kembali di ikuti oleh 10 kabupaten, selain mempresentasikan Progres Report kegiatan MBS dari tiap kabupaten pasca In-1 , pada In-2 ini juga dilaksanakan visitasi ke beberapa sekolah yang menjadi sekolah Implementasi MBS yang ada di Kota Cirebon.

Grand Hotel Tryas Kota Cirebon
Pembukaan Semiloka MBS In 2 JABAR
VISITASI ke SDN Kebon Baru 4 Kota Cirebon
Menggali Informasi dari Komite sekolah visitasi
Menyaksikan Prestasi dan saran prasarana sekolah visitasi
Presentasi implementasi MBS di sekolah reflikasi