Hari hari yang terus berganti seiring pergantian usia kita yang
jua terus menepi di ujung hari.. dan di setiap sisa langkah yang masih
menderap selalu ada bumbungan debu yang hampir selalu hinggap, tidak
hanya di jalanan yang kita tapaki dan lalui tapi juga di baju bahkan
hampir tetap memaksa tuk terus menyeruak hingga ke dada bahkan kuat
ingin menepi di berada hati... selalu saja ada patahan patahan rasa yang
kadang meretak bersama asa , atau serpihan serpihan hati yang hampir
tetutup tabir karena kita kurang mensyukuri takdir illahi.. maka jangan
biarkan semuanya terus menutup dan menguasai diri.. pastikan jika kita
ingin menutup kisah ini dengan senyuman terindah yang kita miliki...
pastikan jika kita ingin mengakhiri cerita perjalanan ini bersama
kenangan indah para pengantar jenazah hingga saat yang tak bertepi..
maka berjanjilah pada diri jika mulai saat ini kita tak kan lagi
berhenti tuk menepi dan istiqomah mengkristalkan diri memutiarakan rasa
dan mempermatakan hati :-)
Ditulis pada 15 Desember 2010 pukul 9:13
Selasa, 04 Juni 2013
Senin, 17 Desember 2012
Cinta Itu Ku Susun Di Atas Rumput dan Dedaunan
Gn. Kujang Tambak Mekar Jalancagak Subang
Hari itu mentari datang dengan senyuman penuh tanpa ragu... seperti tegapnya kami menganggkat dada dan menyiapkan diri untuk mendaki salah satu gunung yang terkenal di Kota Subang, Gunung Kujang, gunung yang memiliki kisah Historis yang tak dapat di pisahkan dari sejarah leluhur Kota Subang bahkan Jawa Barat. Hari ini kami akan mendakinya , bersama anak-anak kelas 6 SDN Pelita Karya
Jumat, 02 November 2012
Yang Tak Akan Terlewati
Sudah lama tak sempat ku sambangi dan rekam semua kisahku ini...
9 bulan tak sempat ku sambangi rumah ini... masih saja tampak indah walau mungil dan tak berpenghuni karena memang hanya akulah yang menempati bersama kisah-kisah sederhana yang terkadang tak sempat terekam... banyak yang telah terlewati. tak sedikit kisah yang luar biasa tak terkisahkan di dinding rumah ini... dan balkonku jadi salah satu bagian yang tak akan bisa dilupakan 12 Juli di susun diantara bata-bata sunyi bercampur pasir dan semen2 hati yang tak dapat dibeli :-) senja 12 agustus kembali ada catatan dinding yang terlukis seperti lilin pada selembar kertas putih... ada namun tak pernah tampak.. naun semuanya seperti resepsi tertulis rapi lengkap bersama aksesorisnya ... dan hari ini 2 November 2012... hentakan pun terrekam, saat semua ku titipkan pada ranting dan dedaunan serta bebatuan yang ku lewati.. harga mahal sebuah komitmen ketaatan (mudah-mudahan) . ujian pertama yang harus dilewati.
Langganan:
Postingan (Atom)











