Tampilkan postingan dengan label Dadan Hermawan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dadan Hermawan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 08 Maret 2016

PAPAN BIDIK INGATAN



(Didesain dan dikembangkan oleh Dadan Hermawan, M.Pd.)

A.      Pembuatan Alat
Papan bidik ingatan dapat kita buat dan desain sesuai dengan keinginan desain kita, bisa berupa lingkaran muapun kotak persegi yang bagian dalamnya akan kita bagi-bagi menjadi beberapa bagian yang setiap bagian akan kita beri nama menggunakan bajad alfhabet dari A – Z atau sesuai dengan kebutuhan. Setiap abjad yang kita jadikan nama akan memiliki arti dan makna sesuai dengan kebutuhan evaluasi yang akan dilaksanakan. Desain papan bidik ingatan mirip dengan desain papan dart permainan anak panah yang sudah popular. Untuk lebih memperjelas penjelasan ini mari kita lihat contoh desain papan bidik ingatan sebagai berikut;


Gambar di atas menunjukan salah satu contoh desain papan bidik ingatan yang sudah di namai dengan angka alphabet dan tiap bagian yang telah di namai memiliki nilai sesuai dengan huruf yang di namai dalan papan bidik ingatan dari A s.d Q. bahan bantalan  papan bidik ingatan dapat kita buat dari sterofom, kardus bekas atau gabus. Selain papan bidikan juga di butuhkan anak panah yang dapat kita buat dari bambu atau kayu dan atau jika ada bisa membeli dari alat permainan olahraga darf. Namun yang paling sederhana dan murah meriah kita dapat membuat dari kayu, tali rapia dan media lainnya yang mudah di kondisikan.
Desain lengkap papan bidik ingatan kurang lebih seperti berikut ini!


B.       Penggunaan Papan Bidik Ingatan
Papan bidik ingatan di gunakan untuk mereview pembelajaran, juga dapat digunakan untuk mengevaluasi kegiatan pembelajaran yang di desain dalam bentuk permainan. Papan bidik ingatan ini dapat pula digunakan untuk kegiatan evaluasi di akhir pembelajaran, akhir tema utnuk kurikulum 2013, atau bisa digunakan dalam akhir bahasan, sub pokok bahasan maupun diakhir KBM atau di akhir semester tergantung cakupan pembelajaran mana yang ingin kita evaluasi. Dan yang paling sederhana dapat kita gunakan untuk mengevaluasi kegiatan pembelajaran harian sebelum siswa pulang pada kegiatan penutup pembelajaran. Desain papan bidikan harus di sesuaikan dengan cakupan pembelajaran yang akan di evaluasi. Untuk bagian ini akan di bahas lengkap pada panduan lengkapnya.
Untuk memainkan papan bidik ingatan pada kegiatan pembelajaran harian, atau pada penutup kegiatan pembelajaran harus di awali dengan kegiatan pengumpulan masalah/soal. Hal ini dapat dilakukan oleh guru maupun siswa, namun untuk meningkatkan dan melatih kemampuan siswa mengungkapkan sebauh pertanyaan bagusnya siswalah yang mengumpulkan pertanyaan selama kegiatna pembelajaran. Selama kegitan pembelajaran siswa di tugaskan untuk membuat pertanyaan tentang apa saja yang mereka anggap sukar atau hal yang perlu di berikan penguatan, setiap pertanyaan ditulis dalam kertas kecil yang disedikan oleh guru kemudian di masukan kedalam celengan masalah persis seperti kocokan arisan. Setiap siswa di wajibkan membuat pertanyaan apa saja yang mereka temukan selama pembelajaran, jika masih ada yang kesulitan membuat soal arahkan siswa untuk menuliskan hal pokok yang dianggap masalah oleh dirinya. Kalaupun dianggap tidak memungkinkan siswa membuat soal seperti di kelas rendah maka gurulah yang membuat beberapa soal selama kegiatan pembelajaran.
Setelah semua permasalahan yang siswa buat dalam bentuk soal singkat maupun pokok permasalahan terkumpul, pada bagian akhir pembelajaran guru dapat memainkan permainan bidik ingatan sebagai kegiatna penutup, bisa dilakukan persiswa maupun dibuat kompetisi antar kelompok siswa, namun yang penting diusahakan setiap siswa mendapatkan giliran melakukan.
Pada pelaksanaannya setiap siswa dapat bergiliran melakukan bidikan menggunakan anak panah yang telah di sediakan, siswa dari jarak yang disepakati antara papan bidikan dengan tempat siswa melakukan bidikan, siswa dapat melempar anak panah ke arah papan bidikan dan membidik bagian manapun dari bagian-bagian papan bidikan yang sudah di beri huruf dan skor. Jika siswa telah mampu membidik salah satu skor atau salah satu angka pada papan bidikan tersebut kemudian si pembidik dipersilahkan mengambil soal yang sudah di kumpulkan selama pembelajaran secara acak, jika siswa tersebut mampu menjawab maka dia akan mendapatkan skor atau nilai senilai hasil bidikannya pada papan bidikan. Begitu seterusnya hingga semua siswa mendapatkan giliran, bagi siswa yang tidak mampu membidik satupun skor atau huruf maka dia mendapatkan nilai 0 dna tidak mendapat kesempatna untuk menjawab soal. Hal ini dilakukan untuk melatih keterampilan dan motoric siswa dalam melempar sebuah objek, serta keseimbangan dalam melakukan bidikan, selama melakukan kegiatan ini siswa juga secara tidak langsung dilatih untuk saling menghargai usaha orang lain, bersabar menunggu giliran dan ikhlas menerima hasil yang mereka dapatkan serta menumbuhkan semangat kompetisi.
Siswa yang paling banyak mendapatkan skor dialah yang dipersepsikan sebagai juara hari itu dan guru dapat memberikan tabungan penghargaan berupa bintang atau apapun yang sekiranya dapat menumbuhkan motivasi siswa untuk terus mendapatkan skor tertinggi di hari berikutnya. Setelah satu pekan, atau satu bulan atau sesuai dengan kesepakatan guru dengan siswa dilakukanlah rekapitulasi skor tertinggi dari seluruh siswa yang mereka kumpulkan setiap hari dari permainan papan bidik ingatan. Dan skor yang tertinggi sebaiknya mendapatkan reward baik dari guru atau bisa dari kelas. Lakukan hal ini setiap hari atau selama memungkinkan untuk dilakukan sebagai upaya menjaga semangat kompetisi siswa dan berimplikasi terhadap semangat siswa dalam belajar karena disetiap akhir pembelajaran mereka memiliki target harian mengumpulkan skor di permainan papan bidik ingatan.
Setiap soal yang di buat disimpan dan biakan semakin hari semakin banyak pada kotak celengan masalah, sehingga pada akhir tema/ pokok bahasan atau akhir semester dapat digunakan untuk melakukan hal yang sama. Jika cakupan evaluasi pembelajaran yang akan dilakukan mencakup beberapa mata pelajaran, atau beberapa tema, atau beberapa pembelajaran guru dapat menggunakan penamaan papan bidik ingatan sesuai dengan tema, pukuk bahasan, pembelajaran, atau materi bahkan mata pelajaran seperti pada contoh desain deskripsi penamaan papan bidik ingatan di bawah ini;


            Papan bidik ingatan ini pun dapat digunakan sebagia permainan yang dapt dipertandingkan baik antar kelompk belajar, antar kelas, maupun antar sekolah.  Demikian uraian singkat contoh pengaplikasian permainan papan bidiik ingatan untuk kegiatna pembelajaran harian sebagai contoh aplikasi permaina papan bidik ingatan yang paling sederhana.  di bagian lain akan dijelaskan cara penggunaan papan bidikingatan untuk evaluasi akhir sub tema, akhir tema, akhir bahasan atau sub pokok bahasan dan kegiatna akhir semester.
            Untuk bagian lebih lengkap tentang pembuatan dan pengguanaan papan bidik ingatan silahkan bisa menghubungi langsung penulis

Rabu, 11 November 2015

DARI SATU MIMPI KE MIMPI BERIKUTNYA

Hampir setengah tahun tak menuliskan apa-apa di rumah ini, sudah terlalu banyak deretan kisah yang tak sempat ditorehkan. kisah panjang mengurai satu persatu perjalanan mendaki puncak sidang, menambal dan menyulam sebagian cerita yang dibalut senyuman, gelak tawa dan diselingi gundah gulana :-). Beberapa bulan menyelesaikan lipatan terakhir dari perjalanan sepanjang trotoar kampus perjuangan, menitipkan generasi, cerita sang tangga, PLL dan deretan kisah lain yang sempat terabadikan :-)

Sidang Tesis 4 Agustus 2015
Sidang Tesis 5 Agustus 2015
Mengantar Generasi ke Kota Kerajinan
Bisikan Tangga, 08 September 2015
Desiminasi PLL @ PKn 30 September 2015








Jumat, 17 Januari 2014

KUTULIS UNTUK LANGIT KU TITIP PADA BUMI


Bumi hening ... sepi di selimuti temaram mentari yang bertukar warna pada rembulan, andai saja ada bintang mungkin burung dan gunung pun enggan untuk terbangun dan beterbangan. bukan karena langit menjatuhkan tetesan hujan , bukan pula karena awan meggulung menyelimuti hari tanpa senyuman, karena aku yang terdiam di sini di balik sepi ini tak pernah lelah menatap warnanya, mengukir ronanya dan menyusuri setiap kepingan - kepingannya yang bahkan mungkin tak pernah singgah dalam ingatan. sepi bumi ini bukan caraku mengheningkan tatapan pada langit yang kadang muram tanpa alasan, hening bumi ini bukan caraku mengedipkan pandangan pada langit yang kadang berbalut awan, bahkan dinginnya bumi ini bukan caraku memejamkan penglihatan pada langit yang kadang tak sadar jika senyumnya saja mengukir kisah penuh arti di ujung hati.  
bumi... masuklah ke balik dadaku dan dengarkan lah detakku yang tak pernah terhenti mengurai kisah panjang tentang bulan dan bintang, yang tak pernah terdiam mengurai cerita tentang awan dan kabut malam atau embun pagi dan cahaya siang... kabarkan pada langit jika aku di bumi tak akan pernah terhenti meraih rembulan dan memetik bintang yang tersimpan di dasar rasa langit bahkan pada jantung awan. ilu mb.

Sabtu, 19 Oktober 2013

SEDERHANA....



SEDERHANA...... bukan rembulan yang ku pinta dari ujung langit malam, bukan mentari yang akan ku ambil dari serambi siang, bukan aku tak ingin mengambilnya namun ku tau jika ku ambil ada banyak orang yang tak dapat hidup karena kehilanganmu itu, Namun aku hanya menanti sepanjang hari menunggu setiap waktu dan mencari kabar di sepanjang malam tentang semua rona , warna dan cahyamu.. bahkan itu sebenarnya hal yang sudah biasa engkau bagikan tanpa dipinta setiap orang... dan aku akan tetap menanti dan menanti hingga engkau paham apa makna penantianku ini... 

cahya rembulan yang aku nantikan, sinar mentari yang aku harapkan, untukku cukup menjadi obat rindu di antara keterpisahan.... SEDERHANA bukan meminta rembulan...

Kamis, 27 Juni 2013

PADA LINGKARAN YANG MEMBIRU






Gontai melangkah... berjalan menyusuri satu demi satu bongkahan taqdir yang tersusun di antara cerita hujan dan badai di masa lalu dan mentari pagi yang bersinar dalam mimpi pada deretan naskah dialog hidup yang akan di perankan esok hari, dan hari ini masih saja berputar diantara lingkaran-lingkaran yang kian membiru dihantam sisa badai dan hujan masa lalu yang masih saja sisakan beceknya pelataran hingga jatuhkan siapapun yang datang karena jalanan yang licin belum sempat terkeringkan mentari yang mungkin baru sejenak menghampiri dan belum sempat mengangkasakan bulir-bulir sisa tetesan air hujan di dedaunan pada pelataran bahkan mungkin ada diantara sisa tetesan bocoran atap-atap rumah singgah ku yang tak sempat tertahankan.

Lingkaran itu kian membiru... seperti lingkaran sisa perjalanan yang masih saja tak beranjak mengitari taqir dari balik mimpi.. dan hingga hari ini kau masih saja menorehkan patahan ranting kering yang berjatuhan pada tanah pelataran yang masih basah di basahi sisa hujan dan kisah badai yang seperti ingin terabadikan...

Aku tetap melangkah walau gontai pada lingkaran yang kian membiru di ulur waktu,....

________________________________Senja Juni penghujung hari ke- 27. kaki gn Kujang________

Kamis, 13 Juni 2013

MENYELAMLAH MAKA INDAH




Sodaraku......
Jika ditaman ada bunga, maka kau akan dapat mencium harumnya saat memetiknya, dapat melihat indahnya ketika memandangya, semakin engkau dekat dengannya semakin tampaklah keindahannya. 

Persis seperti kita memandang lautan, kalau kita melihat lautan itu indah maka menyelamlah kedalamnya hingga kau kan temukan sesuatu yang jauh lebih indah lagi, makin dalam makin dahsyatlah keindahanya, begitupun dengan hidup kita.

Segalanya akan menjadi indah jika kita menyelaminya semakin dalam. Persaudaraan, pencarian, perolehan, pilihan, perjalanan, dan segalanya.

Sodaraku yang baik...! banyak hal yang tidak kita ketahui tentang dunia ini, namun ke tidak sempurnaan dari ketidak tahuan kita ini mudah-mudahan tak akan mengurangi  indahnya pemahaman dan eloknya lautan pengetahuan.

___________________Penggalan surat yg terjaga_______________

Kamis, 06 Juni 2013

YANG HARUS KITA SENTUH ADALAH HATI


Sodaraku... seperti apapun manusia yang kita hadapi mereka tetaplah memiliki hati, memiliki bahasa nurani dan sederet apapun yang dimiliki oleh hati.. dan yang harus kita ingat bahwa sesungguhnya hati itu memiliki sifat yang sama, menyukai warna yang sama, nyaman dengan tempat yang sama... yaitu KELEMBUTAN.
Sejahat apapun seseorang dia tetap memiliki satu bagian kelembutan di antara rongga rongga hatinya, sebebal apapun seseorang ia tetap memiliki sisi kelembutan dalam hatinya, bahkan sebejat apapun seseorang ia tetap memiliki bahasa nurani dan rasa hati yang sama... sehingga tidaklah heran jika kita di suatu saat menemukan seorang preman atau penjahat kelas kakap sekalipun akhirnya tersungkur tersedu - sedu saat sisi-sisi kelembutan hatinya tersentuh bahkan terkadang hanya oleh sesuatu yang teramat sederhana..
jadi sesungguhnya dalam kamus kita seyogyanya tak pernah ada yang namanya penjahat sejati, atau pendosa sejati atau bajingan sejati... karena sepanjang ia manusia dia tetap memiliki sisi-sisi kelembutan di qolbunya.
untuk itu ketika suatu saat kita harus merubah hidup seseorang, atau berusaha mempengaruhi hidup seseorang maka carilah bagian-bagian dari kelembutan hatinya dan sentuhlah ia maka niscaya tak ada hal mustahil untuk siapapun merubah hidup orang lain. tidak sederhana memang, bukan hal yang mudah memang , karena menyentuh hati memang harus dengan hati pula.. karena kelembutan hanya dapat di sentuh dengan kelembutan pula. dan butuh waktu yang terkadang amat lama.. namun itulah yang seharusnya ada jika kita ingin memiliki bagian dari kisah perubahan.
(sepenggal hikmah dari pelajaran malam di Training Smart Generation bersama anak anak SMK PGRI Subang 050613)


Selasa, 04 Juni 2013

ku ingin menyapa hatimu di ujung waktu saudaraku...

Hari hari yang terus berganti seiring pergantian usia kita yang jua terus menepi di ujung hari.. dan di setiap sisa langkah yang masih menderap selalu ada bumbungan debu yang hampir selalu hinggap, tidak hanya di jalanan yang kita tapaki dan lalui tapi juga di baju bahkan hampir tetap memaksa tuk terus menyeruak hingga ke dada bahkan kuat ingin menepi di berada hati... selalu saja ada patahan patahan rasa yang kadang meretak bersama asa , atau serpihan serpihan hati yang hampir tetutup tabir karena kita kurang mensyukuri takdir illahi.. maka jangan biarkan semuanya terus menutup dan menguasai diri.. pastikan jika kita ingin menutup kisah ini dengan senyuman terindah yang kita miliki... pastikan jika kita ingin mengakhiri cerita perjalanan ini bersama kenangan indah para pengantar jenazah hingga saat yang tak bertepi.. maka berjanjilah pada diri jika mulai saat ini kita tak kan lagi berhenti tuk menepi dan istiqomah mengkristalkan diri memutiarakan rasa dan mempermatakan hati :-)

Ditulis  pada 15 Desember 2010 pukul 9:13

Sabtu, 19 November 2011

PKG TANGGA MENUJU GURU PROFESIONAL

(Dadan Hermawan)

Lahirnya Permenpan dan RB No.16 /2009 mengandung semangat yang bertujuan untuk meningkatkan kompetensi dan profesionalisme guru yang selanjutnya akan menjadikan guru sebagai pekerjaan profesional yang dibingkai oleh kaidah-kaidah profesi yang standar. Peraturan ini terbit dalam rangka memberi ruang dan mendukung pelaksanaan tugas dan peran guru agar menjadi guru yang professional. Perubahan peraturan ini diharapkan berimplikasi terhadap peningkatan mutu, kreatifitas dan tentu saja kinerja guru. Permenpan dan RB No.16 /2009 merupakan Peraturan pengganti dari Keputusan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 84/1993 tentang Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya, diharapkan dengan adanya perubahan peraturan ini memberikan angin segar bagi warna pendidikan di negeri ini terutama kaitannya dengan peningkatan kualitas tenaga kependidikan. Beberapa hal mendasar yang lahir dari perubahan peraturan ini diantaranya :
- Penilaian Kinerja Guru yang sebelumnya lebih bersifat administratif menjadi lebih berorientasi praktis, kuantitatif, dan kualitatif, sehingga diharapkan para guru akan lebih bersemangat untuk meningkatkan kinerja dan profesionalitasnya.
- Guru mempunyai empat jabatan fungsional (Guru Pertama, Guru Muda, Guru Madya, Guru Utama)
- Guru harus berlatar belakang pendidikan S1/D4 dan mempunyai Sertifikat Pendidik
- Beban mengajar guru adalah 24 jam – 40 jam tatap muka/minggu atau membimbing 150 konseli/tahun
- Guru dinilai kinerjanya secara teratur (setiap tahun) melalui Penilaian Kinerja Guru (PK Guru)
- Guru wajib mengikuti Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) setiap tahun
- PKB harus dilaksanakan sejak III/a dengan melakukan pengembangan diri, dan sejak III/b guru wajib melakukan publikasi ilmiah dan/atau karya inovatif
- Untuk naik dari IV/c ke IV/d guru wajib melakukan presentasi ilmiah
- Peningkatan karir guru ditentukan oleh perolehan angka kredit
- Perlu konversi hasil PKG dan PKB ke angka kredit
- Perolehan angka kredit dari PKG dan PKB merupakan satu paket
- Perolehan angka kredit setiap tahun ditetapkan oleh Tim Penilai
- Penghargaan angka kredit adalah 125% (amat baik), 100% (baik), 75% (cukup), 50% (sedang), dan 25%(kurang)
- Jumlah angka kredit diperoleh dari:
Unsur utama (Pendidikan, PK Guru, PKB) ≥ 90% dan Unsur penunjang ≤10%

Dari lahirnya Permenpan dan RB No.16 /2009 lahir pula mekanisme Penilaian Kinerja Guru (PKG) dan Pengembangan keprofesian berkelanjutan (PKB). PKG merupakan system penilaian kinerja guru yang lebih menjamin bahwa guru melaksanakan pekerjaannya secara profesional dan menjamin bahwa layanan pendidikan yang diberikan oleh guru adalah benar benar layanan pendidikan yang berkualitas, selain itu hasil dari PKG ini dapat dijadikan sebagai bahan evaluasi diri bagi guru untuk mengembangkan potensi dan karirnya dan untuk sekolah dapat di gunakan sebagai acuan untuk merencanakan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) yang pada waktunya hasil dari PKG inilah yang kan menentuka apakan seorang guru layak di promosikan pada jabatan tertentu atau dipromosikan untuk naik tingkat, serta menjadi dasar untuk memberikan nilai prestasi kerja guru dalam rangka pengembangan karir guru sesuai Permennegpan & RB No.16/2009.

Apa yang di nilai dari PKG ?
Yang menjadi objek penilaian PKG adalah 4 Kompetensi Guru yang dirinci sebagai berikut :
A. Kompetensi Pedagogi dengan 7 Kompetensi yang dinilai :
- Mengenal karakteristik anak didik
- Menguasai teori belajar dan prinsip-prinsip pembelajaran yang mendidik
- Pengembangan kurikulum
- Kegiatan pembelajaran yang mendidik
- Memahami dan mengembangkan potensi
- Komunikasi dengan peserta didik
- Penilaian dan evaluasi
B. Kompetensi Kepribadian dengan 3 kompetensinya :
- Bertindak sesuai dengan norma agama, hukum, sosial, dan kebudayaan nasional Indonesia
- Menunjukkan pribadi yang dewasa dan teladan
- Etos kerja, tanggung jawab yang tinggi, rasa bangga menjadi guru
C. Kompetensi Sosial dengan 2 Kompetensinya :
- Bersikap inklusif, bertindak obyektif, serta tidak diskriminatif
- Komunikasi dengan sesama guru, tenaga pendidikan, orang tua peserta didik, dan masyarakat
D. Kompetensi Profesional
- Penguasaan materi struktur konsep dan pola pikir keilmuan yang mendukung mata pelajaran yang diampu
- Mengembangkan keprofesian melalui tindakan reflektif
KERANGKA PENILAIAN DAN PENGEMBANGAN KINERJA GURU



PROSES PKG
(Gambar Uruta Proses Pelaksanaan PKG)



Pada pelaksanaan penilaian PKG maupun PKB, dari 14 Kompetensi yang akan di nilai akan dijabarkan lagi menjadi 72 Indikator kompetensi dalam penilaian. Yang tiap indikator akan di beri skor 0,1 atau 2. Hasil pen skoran Indikator ini akan di akumulasikan menjadi rata-rata nilai ke-14 poin Kompetensi yang di nilai, dan tiap poin di beri nilai dari 1,2,3 sampai 4. Jumlah nilai dari ke-14 Kompetensi ini akan di jumlahkan dan di konversi ke nilai PK guru skala nilai 0-100 sesuai Permenegpan No16/2009 menggunakan formula matematika :
Nilai PKG
Nilai PKG (100) = ---------------------------- x 100
Nilai PKG Tertinggi

Nilai PKG tertinggi = 56 (guru pembelajaran) dan 68 (guru bimbingan)
Dan berikut gambar konversi nilai PKG menjadi angka Kredit yang dibutuhkan.



Seorang Guru untuk dapat di promosikan atau naik pangkat jika mendapatkan nilai minimal Baik, dan bagi guru yang belum mencapai nilai standar minimal Kompetensi harus mengikuti program PKB. Apa itu PKB ? PKB adalah Pengembangan keprofesian berkelanjutan adalah pengembangan kompetensi Guru yang dilaksanakan sesuai dengan kebutuhan, bertahap dan berkelanjutan untuk meningkatkan profesionalitasnya.
Adapun komponen program PKB meliputi :
1. Pengembangan Diri
2. Publikasi Ilmiah dan
3. Karya Inovatif
S A N K S I
Dalam Permenneg PAN & RB No.16/2009 diatur pula tentang sanksi bagi pelanggar Peraturan Permenneg PAN & RB No.16/2009 yakni :
1. Guru yang tidak dapat memenuhi kewajibannya tugas utama, beban mengajar (24 – 40 jam tatap muka atau membimbing 150 – 250 konseli), dan tidak mendapat pengecualian dari Menteri Pendidikan Nasional, dihilangkan haknya untuk mendapat tunjangan profesi, tunjangan fungsional, dan maslahat tambahan.
2. Guru yang terbukti memperoleh penetapan angka kredit (PAK) dengan cara melawan hukum diberhentikan sebagai Guru dan wajib mengembalikan seluruh tunjangan profesi, tunjangan fungsional, dan penghargaan sebagai Guru yang pernah diterima setelah yang bersangkutan memperoleh dan mempergunakan penetapan angka kredit (PAK) tersebut.
3. Pengaturan sanksi lebih lanjut diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional.

Jumat, 07 Januari 2011

PENGUAT SINYAL MODEM GSM/CDMA SEDERHANA

Saudaraku, sahabatku ..ku coba tulis ini hanya ingin berbagi pengalaman sederhana tapi lumayan berguna bagi para pengguna dunia maya, terutama yang menggunakan modem seluler GSM/CDMA. dari info beberapa teman saya coba buka kembali buku buku elektrronika saat dulu sekolah di jurusan elektronika mencoba me review lagi ingatan ingatan lama tentang listrik , gelombang elektromagnetik dan antena. serta melihat miniatur2 yang ada serta yang paling utama karena kondisi yang mendesak karena modem ku ternyata sinyalnya tak jelas di sekitar rumah. ku coba merangkai sebuah perangkat antena sederhana dengan bahan yang sederhana dan harga yang sederhana pula, karena kalau beli jadi ternyata penguat sinyal lumayan mahal sektar 500.000 hingga yg jutaan rupiah ditambah bentuknya yang juga BADAGH.. nah solusinya bisa coba yang satu ini
BAHAN :
Wajan/tutup panci yang berbentuk cekung , makin sedikit cekungannya semakin bagus, dan bahan alumunium lebih bagus lagi. kabel USB sambungan yang high speed jangan pakai yang biasa, untuk menyambungkan dari modem di tengah wajan ke komputer. sambungan paralon ke torn yg ada drat seperti baut nya untuk dudukan modem dan kabel USB juga untuk dudukan wajan ke tiang parabolanya. Baut ukuran 10 atau 12 untuk mengikat paralon dudukan wajan ke tiang parabola, Modem GSM/CDMA/HP apa saja. dudukan/tiang parabola (silahkan desain sendiri, kalau yang saya pakai sengaja pesen ke tukang las)

CARA MERANGKAINYA :
Lobangi wajan pas di tengah cekungannya, masukan drat paralon dan tutup drat bawahnya seperti memasang paralon ke dudukan torn air jet pump. ukur titik api / fokus untuk menempatkan modem dengan rumus "kuadrat diameter wajan di bagi 16 titik kali kedalaman wajan" hasilnya adalah titik fokus sinyal yang diukur dari dasar kedalaman wajan. kalau sudah ketemu titik fokusnya buat dudukan sesuai panjang titik fokus dari kedalaman wajan menggunakan paralon 1/2 . masukan kabel USB High speed dari belakang wajan ke dalam wajan melalui lobang dudukan paralon . kuatkan terminal sambungan USB nya dengan solatif atau apapun yg dapat menahannya agar tidak bergeser. pasang modemnya dan sambungkan terminal USB yang satu lagi ke Fort USB di komputer/laptop. aktifkan softwere modemnya dan silahkan atur posisi naik turunnya arah parabola wajannya hingga didapat sinyal yang maksimal. kontuksi nya boleh lihat gambar di atas he he sudah jadi deh.. selamat mencoba.. gampang kan :-) ? yang punya saran silahkan sampaikan di sini ....!!! thanks bro... mudah mudahan bermanfaat :-)

Senin, 13 Desember 2010

MAAF PAK…. APAKAH KAMI KAU ANGGAP ADA...?

Pedih mata ini, kesat berdebu bahkan hingga ku enggan tuk sekedar kedipan sederhana untuk menyaksikan semua ini yang kian menggeramkan…
Pepat telingaku.. kian kuat mendengung hingga ku tak ingin lagi rasanya tuk mendengarkan  riuhnya yang kian tak karuan seperti suara gemuruh petir yang sudah lagi tak bersahutan..
Kian rapat bibirku kian kelu lidahku hingga hampir tak lagi kuasa ku untai kata-kata bercerita tentang semua kisah nyata yang kian membekukan asa..
Mati  rasaku setiap kali menyaksikan kenyataan ini hingga hamir saja ku tak lagi mamapu  menterjemahkan rasa apa yang kini sedang ada pada otak-otak hina mereka..
Kian lelah hatiku kian penat ruang kalbuku setiap kujumpai kenyataan yang hampir silih berganti dan hampir tiada henti … Entah dengan rasamu ..????? dengan lidahmu…??? Dengan telingamu…??? Dan dengan tajamnya tatapan matamu…????
Apa yang ada saat kau berdiri di samping realita sampah yang kian mengelilingi, membelenggu setiap aspek hidupmu..
Hak-hak rakyat jelata sealu hampir harus di beli, bahkan walau hanya dengan harga yang sangat murah, dan mereka tak pernah merasa bersalah, bahkan dengan nyamannya bersembunyi di balik kata-kata lumrah atau sekedar pengganti biaya jasa yang seharusnya jadi kewajiban mereka… kasihan yang lemah, kasihan yang tak berdaya dan papa.. sudah merana di remas dan diperas pula.
Hampir Tak ada lagi tempat yang nyaman untuk mereka yang direndahkan… jalanan,  perkantoran, lembaga pengayo amanah orang orang papa.. hingga tempat  yang seharusnya jadi tempat para pemberi  keadilan nyata…semua hampir hanya tinggakan kisah pilu dan bisu… dan kita hanya bias meneteskan air mata dan mengusap dada yang tak lagi  bias berkata-kata, karen jika berkatapun mungkin hanya berbalas penjara…
ADA APA DENGAN TANAH INDAH INI…apakah hanya indah bagi para penjajah dan pencuri saja…???? Lantas TANAH APA NAMANYA ..???
ADA APA DENGAN PEMIKUL  AMANAH DI TANAH  INI …apakah hanya milik para penguasa sajakah  semua fasilitas ini semua .. ????  lantas penguasa apakah namanya..?????
Haruskah kita semua hingga mendoakan mereka hingga mati terkapar di sumpal keserakahan dunianya.. atau meang mereka menanatang mustazabnya do’a – do’a rakyat jelata yang juga meringkih terdzalimi..
Jika begitu.. baiklah.. mari kita bersama sama mendo’akan mereka… !!!
(geram di trotoar jalana dan halaman rumah pemerasan)

Jumat, 29 Oktober 2010

SULITNYA MEMAHAMI NEGERI MIMPI


Menjelang akhir tahun langit negeri mimpi tampak kian muram dan tak beraturan, putih kebiru-biruan kini berubah menjadi hitam remang mengkelam. kian beranjak tahun ini kian terdengar keras teriakan-teriakan penuh ibaan, kian jelas terdengar rintihan-rintihan kesakitan dan kian terlihat gelepar tulang belulang yang mulai bertaburan.. bumipun gerah dan mencoba membuka jubah menggoyangkan badannya karena merasa amat panas memeluk nurani para penghuni negeri ini yang kian tak berisi hingga tak sedikit yang akhirnya harus menjerit karena tak kuasa menahan dahsyatnya ketidak adilan, bahkan hingga samudrapun tak dapat menggenggam erat ombaknya hingga datang membawa hempasan ratusan raga yang harus menerima takdirnya diujung senja... kota pesisir pun kini tinggallah puing - puing yang menyisakan kisah kelam ganasnya sang alam buana. tak hanya itu alam kian tak kuasa menahan kemuakan pada para penghuni negeri mimpi hingga ia tak dapat menahan lagi rasa mual yang kian menjadi jadi... hingga akhirnya Merapi pun tak kuasa lagi memuntahkan kekecewaannya.. tak sedikit yang harus jadi tebusannya, raga-raga bergelimpangan dan kebanggaan itu kini akhirnya harus tersungkur pada dahsyatnya hantaman alam... namun masih saja tak pernah jadi pelajaran. Tsunami yang meluluh lantahkan, Gempa yang menghancurkan, Ledakan gunung yang mengerikan dan rentetan - rentetan teguran yang siap mengantri menunggu giliran di perintahkan tuk datang seolah masih kurang tuk hanya sekedar menyadarkan bahwa kitu sungguh sudah teramat hina dan berselimut kesalahan... masih saja ada yg berteriak angkuh dengan kebanggaan, masih saja ada yang mengangkat kepala dengan kesobongan, masih saja ada yang tak berasa karena tak lagi memiliki jiwa yang dipenuhi kesadaran.. dan masih saja mereka bertebaran tanpa rasa kehawatiran jika lusa ia tiada Hisaban Alloh sungguh akan datang.. 

Semua seolah telah mati suri.... semua tampak seperti onggokan mayat tanpa arti yang tak lagi memahami arti teguran ini... kita sungguh telah mati rasa, buta dan mungkin juga telah benar benar tuli.. bahkan mereka, para pemimpin dan wakil negeri mimpi hampir semua tak lagi memiliki nurani...

Di negeri mimpi tangisan rakyat melengking tinggi menggoyangkan tiang - tiang langit namun suara tawa para penguasa masih teramat jelas menggelegak diantara mobi-mobil mewah dan pakaian serba wah..
Dinegeri mimpi rintihan anak-anak jalanan dan kaum terlantar karena keadaan kian kenghujam menggelegar meretakkan bongkahan-bongkahan alam yang kian menganga dan membesar ... namun siulan para pemegang kunci-kunci kekuasaan masih lebih keras dan menggelegar tanpa perasaan melenyapkan lengkingan dalam kesakitan ..
Di negeri mimpi nasib rakyat kecil kian mengecil dan dianggap kecil hingga harga diri tak lagi berharga dan tak lebih berharga dari uang recehan para penguasa.. hingga bagi mereka untuk merasakan keadilanpun bagaikan berharap mimpi menyambangi kenikmatan yang entah kapan kan datang.. jangankan ia dapatkan, untuk memimpikannya saja mereka kesusahan.. lihatlan uang milyaran yang di rampok para pencuri tak beradab ternyata tak lebih mahal dari beberapa kilo asam atau sepotong buntut sapi dan beberapa potong singkong, sehingga yang menggasak milyaran uang rakyat yang diambil secara paksa dari tetesan keringat dan darah rakyat tak dapat ditangkap bahkan para aparat tampak enggan tuk mendekat hingga mereka begitu lebar tertawa terbahak-bahak menginjak-injak harga diri para penegak timbangan keadilan, sementara rakyat jelata yang dianggap mencuri walau tak terbukti dan jika pun iya hanya karena rasa laparnya begitu mudah digeledah dan dihinakan harga dirinya bahkan dijebloskan hampir tanpa asa... padahal kemiskinan mereka bagian janji para penguasa yang tersurat jelas dalam amanah titipan para pendiri bangsa dan negeri mimpi. Menjelang akhir tahun ini kita mendapat tontonan gratis para aktor amatiran yang katanya wakil suara rakyat negeri mimpi. bermain bersama skenario syahwat yang kian menggila tentang dunia dan kian membutakan mata mereka apalagi jika hatinya. bangsa ini seperti bangsa kecil yang hina dan tak memiliki harga diri sehingga untuk membesarkan dan memulyakannya saja para peguasa harus berangkat menyambangi negeri yang sungguh tak memiliki sejarah bermartabat tuk berbagi pelajaran kemulyaan. padahal penghuni negeri mimpi ini seharusnyalah yang menularkan kemulyaan karena mereka terahir bersama Al Qur'an...
Kenapa pembesar negeri mimpi hingga sempat berpikir utuk mendatangi negeri – negeri yang tk berbudi dan tak mengerti arti hak asasi hanya untuk mengambil pelajaran tentang kemulyaan berbagi dan saling menghrgai hak asaki... bukannya kita yang seharusnya mengajari mereka tentang kata dan makna hidup manusia karena terlahir bersama takdir kemusliman terbesar sedunia...??? lantas seimbangkah harga sebuah ongkos para siswa yang belajar itu dengan ilmu yang mereka dapatkan ? mungkin lebih baik harga itu di berikan bagi para penerus negeri ini yang sedang kesusahan belajar arti budi yang hakiki di beberapa negeri dengan sepenuh hati tanpa syahwat yang menguasai hati... atau mungkin kan lebih bermakna dan menjadi implementasi para penguasa memahami budi pekerti jika harga itu dibagi kepada para penderita di negeri mimpi ini... bisanya mereka tertawa dan menikmati hasil keringat rakyat jelata dinegeri mimpi sementara bangsa sedang dirundung duka.... sungguh mereka telah mati .... sunguh mereka telah mati, kami tak dapat pahami bahasa tanpa jiwa, yang kami pahami hanya kata-kata dengan budi yang tulus dari hati... memang sungguh mengerikan dan kan kian mengerikan jika kita bermimpi tentang esok yang masih juga takkan pasti . bahkan saat kita mengurai kata kata ini sebentar lagi hak diri akan dikebiri.... inilah negeri dengan jutaan mimpi.... inilah bahasa kami, bahasa yang selalu tersimpan dalam tahunan panjang mimpi mimpi sunyi kami...