Minggu, 05 April 2015

Bukan Cerita Hanya Bisikan Sepi Negeri Musi

T 
 Tak ada yang dapat ku tahan, waktu terus berlalu seperti hari yang beriring berganti.... tak terasa sudah hari kelima aku berlabuh di negeri benteng kuto ini, ada sepi namun kadang angin keriuhan pun sesekali datang menghampiri, sepi karena tertahan untuk menatap senyuman mungil bidadari bidadari mungilku yang sesekali berganti bersama keriuhan penuh warna dan aroma sahabat-sahabat baruku yang juga berlabuh di kota ini. namun dibalik semuanya ada tungku yang rasanya kian hangat membakar asa, banyak ilmu yang bertebaran di ruang ini, dibalik - balik dinding yang sepi namun menjadi saksi seperti apa deretan cerita dan kisah tertoreh dari warna senyuman, gelak tawa dan gemuruh keriuhan ketika kami mulai harus berkelahi melawan rasa lelah mengikuti panjangnya agenda yang terasa lebih panjang dari pada waktu yang ada. 
warnanya memang beda tapi rasanya tetap sama.. rasa pena yang tak akan pernahterganti walau di tepis angin dan sepi...

Negeri sungai musi, 4 April 2015


Jumat, 03 April 2015

Memungut Pena di Langit Sungai Musi



31 Maret 2015, hujan mengguyur langit malam kotaku hingga jelang tengah malam sementara aku harus segera beranjak menuju kota kembang, pukul 23.00 akhirnya ku pilih menembus malam menyusuri jalanan dan tetesan air hujan bahkan sempat terhenti pada jebakan longsor yang  hampir saja mengentikanku. 24.30 ku parkirkan si kuda besi di kampus UPI, sejenak ku siram agar tak tampak baru pulang dari kubangan karena sempat menerobos lumpur jalanan lalu ku kunci dan tinggalkan. sejenak terdiam merasakan heningnya malam, lalu ku beranjak menyambangi kaki lima untuk menghangatkan badan dan hilangkan rasa lapar. pukul 02.00 taxi itu mengantarku hingga ke PO travel yang berada di BTC Pasteur, hampir 40 menit menunggu hingga akhirnya sang pengantar datang dan mengangkutku hingga ke Bandara Soekarnohatta malam itu.
pukul 05.30, akhirnya sampai juga di Bandara Soeta, setelah beberapa saat mengamati situasi gerbang keberangkatan domestik 1B pagi ini lalu ku beranjak mencari tempat untuk beristirahat, masih lama pesawat yang akan mengantarku ke negeri sungai musi yakni pukul 09.10 menit pagi ini. setelah menunggu 4 jam lebih akhirnya saatku beranjak pun tiba, beres melewati pengecekan tiket dls akhirnya si burung besi itupun mengantarkan ku menembus awan hingga ke langit palembang. pukul 11.00 akhirnya ku injakan kaki di bandara sultan badaruddin , sejenak ku amati suasana bandara kemudian adu harga travel dan bersama bang Joe akhirnya meluncur menyusuri panasnya kota pekmpek hingga ke pelataran Aston Hotel yang akan menjadi persinggahanku hingga 7 hari kedepan. pukul 11.30 saat ku lihat jam di gadget yang ku genggam saat ku masuki kamar 712 siang ini. 






Rabu, 15 Oktober 2014

AKHIRNYA GUGUS KU JADI JUARA 2 TK. PROVINSI JAWA BARAT


Hampir satu bulan rangkaian lomba Gugus di gelar, mulai dari tingkat Kecamatan, kemudian tingkat kabupaten dan terhenti di tingkat Provinsi, karena mungkin Juara 2 adalah yang terbaik untuk Gugus Kami. Pekan kemarin hasil perlombaan gugus terbaik jawa barat di umumkan . dan Gugus Gentra Persada Jalancagak Kab. SUbang berhasil menjadi Juara Ke-2 Terbaik Lomba Gugus Tk. Provinsi Jawa Barat. Terimakasih kepada semua teman dan sahabat seperjuangna yang telah mendedikasikan semua tenaga pikiran dan waktunya untuk suksesi kegiatan ini. 
Mendidik Bukan Hanya Kewajiban Namun sebuah Pengabsian..

Kamis, 28 Agustus 2014

MENGAJAR BUKAN HANYA KEWAJIBAN NAMUN PENGABDIAN



Jika dulu kita sering sekali mendengar ungkapan “Guru Pahlawan Tanpa Tanda Jasa” yang kemudian ungkapan itu sering sekali di jadikan guyonan sebagai ungkapan “Pelipur” atau kalau kata orang sunda “NGUPAHAN” karena saat itu gaji guru merupakan salah satu gaji PNS yang mungkin berada di standar paling bawah. Namun semua itu sekarang sepertinya sudah tidak relepan lagi karena setelah di berlakukannya Undang-Undang Guru dan Dosen No. 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, yang didalamnya menyangkut juga perhatian terhadap Kesejahteraan guru, sehingga lahirlah Akreditasi Guru yang jika siapapun guru yang telah mendapat sertifikat Guru Profesional melalui PLPG maka dia mendapatkan tunjangan profesi sebesar 1 x gaji setiap bulannya yang dibayarkan setiap tri wulan. 

Meningkatnya kesejahteraan guru yang juga hasil perjuangan para guru yang beberapa tahun lalu dituntutkan kepada pemerintah di iringi dengan lahirnya Permenpan No. 16 tahun 2009 tentang Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya yang memuat tentang PKG dan PKB. Hal ini di maksudkan setelah guru mendapatkan tunjangan sertifikasi maka kinerja guru pun harus makin professional karena sekarang guru bukan hanya pekerjaan biasa namun sudah menjadi sebuah Profesi yang tentunya menuntut Profesionalisme dalam mengembannya, seperti halnya profesi doctor dan yang lainnya., sehingga tidak sembarangan orang pula dapat menjadi guru. 
Implikasi dari meningkatnya kesejahteraan guru dan tuntutan dari PKG dan PKB pula lah, serta melihat peran dan fungsi guru dalam menentukan nasib dan desain negeri ini di masa yang akan datang, maka sudah waktunya guru menjadikan kegiatan mereka mendidik dan mengajar anak negeri ini bukan hanya dimaknai sebagai sebuah pekerjaan saja atau sebuah kewajiban saja namun jauh lebih tinggi dari itu merupakan sebuah pengabdian. Jika mengajar hanya dimaknai sebagai sebuah pekerjaan saja atau kewajiban saja, maka tidak heran jika ada guru yang hanya melaksanakan tugasnya sebatas menunaikan kewajiban kerja, sehingga akhirnya tidak heran jika akhirnya harapan besar Pemerintah untuk meningkatkan kualitas pendidikan negeri ini melalui peningkatan kesejahteraan guru yang menyedot tidak sedikit anggaran hanya akan menjadi sebuah mimpi yang lagi-lagi tak menjadi kenyataan. Yang jadi pertanyaan besar sekarang jika seorang guru telah mendapatkan amanah menjadi guru Profesional seperti yang di idam-idamkannya lantas apakah sudah dipenuhi pula kewajibannya ? 
Siapapun guru yang telah memilih amanah menjadi pengajar dan pendidik serta telah mendapatkan sertifikat Profesional maka sudah menjadi keharusan untuknya menjadiakna kegiatan mendidik dan mengajar siswa sebagai sebuah pengabdian, sehingga apapun kegiatan yang berkaitan dengan tugasnya mendidik, mengajar dan membimbing harus dijadikan sebagai bagian dari sebuah pengabdiannya kepada bangsa dan negeri ini, karena gaji dan tunjangan yang diterimanya itu merupakan imbalan dari pengabdiannya, dan yang jangan dilupakan bahwa semuanya berasal dari uang rakyat yang dibayarkan terhadap pemerintah melalui pajak Negara. Dan yang paling mendasar dari semua itu tentunya siapapun guru di negeri ini rasanya sama menginginkan keberkahan dari rizki yang mereka dapatkan. 
Tersenyumnya negeri ini tergantung dari bagaimana tangan-tangna indah para guru mengukir senyuman itu pada generasi negeri ini, dan tangisannya negeri ini juga trgantung dari bagaimana guru menorehkan karyanya pada generasi negeri ini, wwlaupun memang bukan guru satu-satunya penentu kemajuan bangsa ini namun setidaknya harapan kejayaan bangsa ini akan kian tampak terang ketika para guru diseluruh negeri ini sudah menjadikan azam dalam hatinya jika Mendidik dan Mengajar bukan hanya sekedar kewajiban Namun Sebuah Pengabdian, penulis bukanlah seorang guru yang telah memenuhi standar Profesional namun setidaknya hal inilah yang harus senantiasa kita ingat sebagai seorang guru agar apapun yang kita dapatkan dari tetesan keringat kita sebagai guru dapat menghantarkan kita pada kebahagiaan di dunia dan mudah-mudahan jadi jalan untuk kita mendapatkan kebaikan di akhirat kelak, Aammiin