Selasa, 04 Juni 2013

HENING YANG MENGHUJAM

Dengarlah bisikan hening pagi ini... dari semilir angin yang tak henti menari diantara riuhnya jiwa jiwa yang hilir mudik tiada henti menyusuri trotoar-trotoar takdir diri yang masih panjang terbentang dan terhampar diantara alur alur para pencari kisah indah kehidupan. Semua riuh tak berkesudahan, semua sibuk berjalan dan berlarian mengejar lambaian – lambaian melenakan di kejauhan... bahkan mereka hampir tak sempat tuk bersapaan.
Ada yg berlari mengejar dedaunan kering yang berjatuhan karena dimatanya ia lembar-lembar permata yang kan menyelamatkan dan membahagiakan.....
Ada yg tergesa gesa memburu gubuk bambu yang tampak bak istana permata nan menenangkan....
Ada juga yg tiada henti menanti para putri tak berhati yang datang silih berganti menusuk dan mencacah hati....
Dan semua kini tinggal menyisakan keheningan...... keheningan yang tajam dan menghujam seperti hujaman belati nan mengerikan....
Dan diamlah sejanak... dengarlah bisikan keras para pendzikir alam nan tak pernah jua terdiam... dengarkanlah lolongan alam yang kian tajam membentak jiwa yang jua kian temaram....
Dengarlah dzikir dzikir kenari pagi yang kian melengking menyindir hati hati yang kian mati....
Dengarlah rilih rintihan bunga bunga pagi yang semakin meringkih pada diri diri yang semakin tak memiliki hati.....
Haruskah kita terdiam dan menanti mereka semakin geram lantas menyisakan hantaman...? atau akankah kita tak lagi bergeming dari hari hari yg penuh hening dalam kubangan kering hingga Alloh memancang kita pada kesendirian ....????
JANGAN.....JANGAN biarkan penyesalan panjang dan kelam kan jadi hiasan panjang pengakhiran....
JANGAN....JANGAN biarkan kesunyian nan kelam menyelimuti kulit kulit ari dan hati kita berkepanjangna dan tak berkesudahan ........
Dan jatah helaan napas itu masih saja kita dapati di lembar lembar hari yg terus berganti...tak usah menanti halaman akhir menghampiri...MARI SEGERA MENJAMU DIRI di BENING CAHYA ILLAHI.... saatnya kita bertaubat..............ASTAGFIRULLOHHALADZIIIM.... .. lembaran itu masih tersisa saudaraku ..!!!.

Diantara kemuning sunyi mentari pagi__________ 29062010 dadan clction.

IBU......, ENGKAULAH KENANGAN TERINDAH UNTUKKU

Tiba tiba suara adzan senja menggema memecah hati – hati yang hampa dan jiwa jiwa yang terlena, suasana kian gulana hatiku kian tak kuasa, tanpa kusadari air mata itu memaksa menyeruak dari balik kedua mataku yang tak lagi kuasa saat kulihat tarikan napas terakhir dari leher perempuan penuh cinta di genggaman perpisahan yang tak kan terlupakan. Senyap hatiku sepi jiwaku seperti sepinya hari itu dibalik takbir – takbir adzan pada senja yang terasa amat merana. Lirih mulutku menguntai sebait doa INNA LILLAHI WA INNA ILAIHI ROJIUN. air mataku pun tak kuasa kujegal agar tak terurai......
Kini perempuan penuh kasih sayang itu terkujur kaku, ada yang memaksa menyeruak sesak di balik heningnya dadaku nan kelu, Kucoba menatap wajahnya ! terlintas segala kebaikan dan kesabaran sepanjang hayatnya yang tak pernah sempat kubalas, ku tatap wajahnya....! terbayang betapa belum berharganya aku baginya. Ingin rasanya ku ajukan tawaran pada dinding-dinding takdir agar di beri sedikit kesempatan lagi uintuk berbakti , ingin rasanya diberi lagi kesepatan tuk bungakan hatinya walau hanya sekejap saja. namun semua telah berakhir dengan sunyi dan tak akan pernah kembali.
Masih ku ingat senyum tulus itu yang slalu jadi pelipur laraku dan penghapus gundahku.... kini, semua hanya tinggal penggalan kenangan indah diberanda takdir bersamanya...bibirnya tak akan lagi menguntai senyum lembut bagiku, untaian kata indahnya tak akan lagi menemani saat gundahnya hatiku, belaian tangannya tak akan lagi menentramkan kegelisahanku, semuanya baru saja berlalu dihadapanku, dan ia berlalu saat ku merasakan betapa berharganya ia bagiku..
Dari dinding pedih penuh perih hatiku berbisik lirih.... Ibu, Teramat mulia engkau bagiku…..! teramat indah kau untukku …namun betapa sering ku mengurai air matamu…! Betapa jarang kubahagiakan hatimu......! betapa ku sering menyia – nyiakan kilau permatamu......, Maafkanlah aku ibu…………….!
Seperti ranting –ranting yang tetap terdiam ikhlas tapa lelah menopang beban dedaunan dan kaki kaki singgah burung-burung nan riang berkicauan... hingga usia mengusang dan engkau berpulang... seperti itulah bahkan lebih dari itulah dirimu............
Seperti akar yang kuat mencngkram dan menghujam menyangga tinggi pohon-pohon besar dari terpaan badai nan menyeramkan....walau engkau tertanam tak pernah sempat tampak pada pandangan... ... seperti itulah bahkan lebih dari itulah dirimu............
Seperti mentari yang menyinari tanpa caci dan tak pernah berhenti, seperti rembulan yg terang remang menenangkan, seperti semilir angin nan tenang menenggelamkan walau tanpa balasan...seperti bintang yang bekerlipan indah jadi panduan pengembara malam... dan seperti semua pemilik kebaikan yang tak mampu lagi kulukiskan...
Dan kini baru kusadari ...bahwa memandangnya adalah kedamaian, bersamanya adalah limpahan kerlip mutiara keindahan....menyentuhnya adalah samudra berkah yang tak berkesudahan. Dan harumnya tetesan- tetesan peluhnya itu tuk setiap harapan agar ku tak lagi kesusahan adalah cinta trindah yang takkan tergantikan.....
Ibu ....kian ku mengingatmu betapa kian ku malu padamu....
Malu saat teringat masih saja ku bebani ingatan sucimu, malu saat ku masih resahkan indahnya hatimu, malu saat ku masih meneteskan bulir-bulir permata air matamu, dan malu saat ku masih tak mampu membahagiakan taman hatimu.... sementara ku masih saja bersemunyi di balik kata kata usang “Maafkan aku ibu....”
Ibu....Izinkan kini ku mengenangmu... saat ku jumpai engkau tlah terbujur kaku terdiam dan membisu...
maafkanlah aku... maafkanlah atas semua tetesan air matamu dariku... Maafkanlah atas tak berbaktinya akau pada hari – harimu... Maafkan lah aku dari lalainya tuk pahami hatimu bahwa engkau sangat menyayangiku..
Janjiku..... diantara sujud-sujud malamku kan slalau ku haturkan do’a cintaku hanya untukmu...
Hanya satu harapanku... kita kan diperjumpakan kelak ditaman jannah indah penuh mahabbah disana...
tunggulah aku ibu...
Ibu ...Sungguh aku mencintaimu....

(Saudaraku.......... Mulyakanlah Ibumu... sebelum kau menjumpainya terbujur kaku ...:-( )
Bumi Alloh....8 Juli 2010 .... diantara kilauan mutiara terpendam

MALULAH PADA TETESAN AIR DI BEBATUAN (Nikmati kisahnya pungutlah maknanya)

Kini giliranku menepi diantara batu - batu kali, terdiam diriuh gemuruh bayu, menghening di onggokan-onggokan sunyi penghuni kali, rindang dedaunan mengelilingi raga bahkan sepi menyelimuti kesendirian diri dan memaksa tuk sejenak menepi pada ejaan riak – riak air dan tetesan tetesan bulir air di bebatuan, atau hembusan angin basah nan mengangkasa mengabut sahdu pada dinding – dinding waktu yang membatu...
Sejenak mataku tertambat pada tetesan air di rambut – rambut akar yang satu demi satu terjatuh menimpa punggung bebatuan.... bulir-bulir bening itu terbang tenang bergantian dan singgah tanpa kegaduhan pada pungung bebatuan yang terdiam dan terhujam namun tetap enggan tuk beranjak ketepian, tiada resah begitupun rasa gundah apa lagi tentang kisah lelah perjumpaannya, bahkan meski terus berulang pada tiap tetesan.
Sang bulir bening tak jua berhenti menyambangi dengan kedamaian bahkan suaranya pun tlah mengusir rasa lelah...sentuhannya melepas gundah... dan ia datang tanpa bertumpah darah... semua tampak serba indah... ya indah...sangat indah.
Sementara oggokan – onggokan batu itu masih jua terdiam tak beranjak walau harus bertahun – tahun bahkan berpuluh tahun tertetesi, dan kini heningnya tetap saja sepi....diamnya tetap saja senyap... dan setiap tetesan itu tak jua menggundahkan dirinya walau akhirnya menyisakan bekas nan enganga yang tak kan lagi sirna...
Subhanalloh... sungguh perjumpaan terindah yang penuh makna....Datang dengan cinta serta menyambangi bersama kasih yang penuh arti, hingga disana tertorehlah jejak jejeak diri tanpa saling menyakiti, dan sambutan indah tanpa gundah karena sang penyambang yang tak membuat resah...
Masih tak mampukah kita belajar pada alam... walau pada tetesan butir butir air di bebatuan...??? Bukankah kita yang seharusnya memiliki kisah mereka....??? Istiqomah dan tak pernah lelah datang membawa hikmah berbaut ikhlas dengan mahabbah.... tiada henti menyabangi dan menorehkan makna – makna cinta tanpa menyisakan resah , bahkan dengarkanlah... suara tetesannya saja menenggelamkan resah di heningnya ketenangan rasa yang selalu rindu disapanya...
Tak pernah ia datang bersama ketegangan....
Tak pernah ia datang dengan kegaduhan...
Tak pernah ia singgah dengan rasa gundah.... bahkan walau ia harus lakukan pada rentang waktu yang amat panjang... namun tetap saja suara itu indah tanpa keluhan. Hingga akhirnya lihatah apa yang Alloh hadiahkan....??? jejak jejak dahsyat di bebatuan keras yang tak kan pernah sirna walau oleh jaman.
Tengoklah sang batu yang jua tak beranjak walau harus termangu diantara tetesan – tetesan yang tak berkesudahan ... dia terdiam dan biarkan tiap tetesan hikmah basah melumuri seluruh tubuhnya, dia tetap diam dan bersabar disambangi tetesan makna yang terus berjatuhan, hingga akhirnya ia berazam tuk ikhlaskan jejak-jejak hikmah nan penuh makna itu menorehkan bekas menghiasi sekujur tubuh kelamnya...
Subhanalloh...................
Begitulah mereka mengajari kita tentang hikmah, walau hanya tetesan air di bebatuan.

_____________________Menyepi di kali hati 07062010______________________________
___________________Torehan dawat by Dadan Hermawan____________________________

WANITA..... PENGHUNI TERBANYAK di NERAKA.....!!!

Diriwayatkan dari Abu Sa’id al Khudriy ia berkata : “suatu ketika Rosululloh keluar pada hari raya idul adha atau idul fitri menuju tempat shalat dan menemui sekelompok wanita. Beliau bersabda, “wahai kaum wanita bersedekahlah, sesungguhnya aku telah diperlihatkan bahwa kalian adalah mayoritas penghuni neraka “ , mereka bertanya ,”mengapa wahai rosululloh ? “ beliau menjawab “ kalian banyak melaknat dan durhaka terhadap suami, dan tidaklah aku menyaksikan orang yang memiliki kekuarangan akal dan agama yang dapat menghilangkan akal kaum laki laki yang setia daripada salah seorang diantara kalian.” Mereka bertanya , “ apa yang dimaksud dengan kekuarangan agama dan akal kami ya Rosululloh ?”, beliau menjawab “bukankah kesaksian seorang wanita sama dengan separuh kesaksian laki laki ?,” mereka menjawab ,” ya benar “. Bukankah wanita apabila sedang haidh mereka tidak shalat dan puasa ?”, merek menjawab “ya benar “ beliau berkata kembali “ itulah bukti kekuarangan agamanya” . (Riwayat Bukhari)
Dalam riwayat lain Rosululloh bersabda “neraka diperlihatkan kepadaku. Aku melihat kebanyakan penghuninya adalah wanita. Lalu, surga di perlihatkan kepadaku, dan aku melihat kebanyakan penghuninya orang-orang fakir “ (Riwayat Ahmad)
Hadit – hadits di atas jelas dan gamblang menjelaskan bahwa penghuni neraka adalah mayoritas kaum perempuan. Kabar yang sesungguhnya mengakibatkan kau wanita semakin hati hati dan waspada agar mereka tidak jadi salah satunya...
kenapa wanita menjadi penghuni mayoritas neraka ????

1. Karena Kekufura dan durhakannya
Suatu ketika terjadi gerhana matahri, rosululloh dan para sahabat segera melakukan shalat gerhana dengan shalat yang sangat panjang, dan diperlihatkan kepada Rosululloh sorga dan neraka, dan kemudian beliaupun bersabda kepad para sahabat “..........dan aku melihat neraka, maka tidak pernah aku melihat pemandangan seperti ini sama sekai, aku melihat kebanyakan penduduknya adalah wanita. “ para sahabatpun bertanya “kenapa demikian ya rosululloh ? “ beliau menjawab “ karena kekufuran mereka “ para sahabat bertanya kembali “ apakah merek kufur terhadap Alloh ?” beliau menjawab “ mereka kufur (durhaka) terhadap suami mereka, ingkar terhadap kebaikan-kebaikannya, kalaulh engkau berbuat baik kepada salah seorang diantara mereka selama waktu yang panjang , kemudian dia melihat sesuatu pada dirimu (yang tidak dia sukai) niscaya dia akan berkata:’aku tidak pernah melihat sedikitpun kebaikan pada dirimu” (riwayat bukhari)
Dalam hadits lain rosululloh bersabda : “ Alloh tidak akan melihat kepada wanita yang tidak mensyukuri apa yang ada pada suaminya dan tidak merasa cukup dengannya (HR Nasa’i)

2. Karna tidak menutup auratnya
Rosululloh bersabda : “ ....dan wanita-wanita yang berpakaian tetapi hakikatnya mereka telanjang, melenggak lenggokkan kepala mereka karena sombong dan berpaling dari ketaatan kepada Alloh dan suaminya, kepala mereka seakan akan seperti punuk onta, mereka tidak masuk sorga dan tidak mendapatkan wewangiannya sorga padahal wanginya sorga bisa tercium dari jarak perjalanan sekian dan sekian” (HR Muslim, ahmad)


3. Tabarruj
Inilah dosa yang sering dilakukan oleh para wanita setelah menikah, dia senang bersolek apalagi tak menutup aurat dan enggan berdandan dirumah suaminya, Yang disebut tabarruj disini adalah seorang wanita yang menampakan perhiasannya dan keindahan tubuhnya serta semua yang seharusnya ditutupinya agr tidak membangkitkan syahwat lawan jenisnya.
Nabi Muhammad bersabda “dan wanita-wanita yang berpakaian tetapi hakikatnya mereka telanjang”
“dan janganlah mereka menampakan perhiasan perhiasan mereka” (an nuur :31)
“dan tinggallah kalian dirumah rumah kalian dan janganlah kalian bertabarruj dengan tabarrujnya orang orang jahiliah jaman dulu” ( Al Ahzabb :33 )

4. Suka mencela dan memanggil dengan panggilan yang buruk
Seorang wanita bila sedang kesal atau jengkel mereka akan mudah mengeluarkan kata kata atau panggilan dengan panggilan buruk baik pada orang lain terlebih pada suaminya , untuk hal ini Alloh swt berfirman dalam surat al hujurat : “hai orang orang yang beriman. Jangnlah suatu kaum memperolok olok kaum lainnya, karena boleh jadi mereka (yang diperolok olok) lebih baik dari mereka (yang memperolok olok) dan jangan pula wanita wanita(memperolok) wanita wanita yang lain, karena bisa jadi mereka (yang diperolok olok) lebih baik dari wanita (yang mengolok olok). Dan janganlah kamu mencela diriu sendiri, dan janganlah kamu panggil memanggil dengan panggilan yang buruk, ...... (Al Hujurot : 11 )

5. Menolak hubungan intim dengan suami
Nabi bersabda : “demi dzat yang nyawaku di tangan-Nya, tidaklah seorang laki laki (suami) itu mengajak istrinya ke atas ranjangnya, lalu ia enggan memenuhinya sehingga sang suami tidur semalaman dalam keadaan marah kepadanya, kecuali para malaikat akan melaknatnya sapai pagi” (HR ibnu Hibban)
Beliaupun bersabda “jika seorang sumi mengajak istrinya untuk memenuhi kebutuhannya (jima’), maka hendaklah ia melayaninya , meskipun ia sedang berada di depan tungku perapian (memasak ) “ (Hr. Tirmidzi)

6. Cemburu buta dan Marah Marah
Banyak di antara wanita yang telah berumah tangga dihadapka pada banyaknya pekerjaan dan kesibukan yang terkadang mengakibatkan ia mudah marah, termasuk ketika mereka dilanda oleh rasa kecemburuan pada suaminya .
Rosululloh bersabd : “orang kuat itu bukanah orang yang menang bergulat, tetpi orang kuat iaah orang yang dapat menahan amarahnya ketika ia marah (Mutafaq’alaih)
Dalam hadits lain rosulullooh bersabda “ tidak ada suatu yang ditean seorang hamba yang lebih afdhal di sisi Alloh daripada menelan (menahan) amarah yang ditelannya karena keridhaan Alloh “ ( HR Ahmad)

7. Meminta cerai tanpa sebab alasan syar’i
Seorang istri terkadang ketika daam himpitan amarah dengan mudah meminta cerai dari suaminya tanpa berpikir apakah alasannya disyahkan oleh syar’i, karena kurangnya rizki suami, karena belum mampunya suami memenuhi keinginannya, atau karena menolaknya hal lai yang suami tidak dihukumi salah oleh syar’i... , Rosululloh bersabda : “wanita mana saja yang meminta talak kepada suaminya tanpa alasan , maka haram baginya aroma sorga” (HR> Abu daud dan tirmidzi)

Demikian diantara ha hal yang mengantarkan kaum wanita terjerumus kedalam heraka dan menjadi penghuni mayoritas didalammya.. andai saja anda menjadi wanita wanita terjaga maka pintu pintu sorga akan memanggilnya nanti dan anda bisa masuk lewat piintu mana saja.
“Sesungguhnya seorang wanita itu jika telah menunaikan shalat lima waktu, menunaikan puasa ramadhan, menjaga kemaluannya, dan taat kepada suaminya, maka kelak akan dikatakan kepadanya, “masuklah kedalam sorga melalui pintu mana saja yang kamu suka” (HR. Thabrani, ibn Hibban)

Saatnya kita memilih ... akankah mendaftarkan diri jadi penambah penghuni neraka atau jadi wanita yang akan di persilahkan memasuki pintu pintu sorga yang mana saja ????? silahkan pilih sekarang juga ............................................!!! 


 5 Februari 2010 pukul 23:49

BISIKAN BATU NISAN

Singgahlah sejenak di heningnya taman bunga kemboja... terdiam dikesendirian besama halus elusan angin kenangan. Riuh terdengar bisikan daun daun yang berjatuhan diantara rerumputan.. sejenak liriklah satu demi satu merahnya tanah pusaran yang terbungkam memendam para pengelana yang tlah berhenti di lembar terakhir kehidupan, batu batu nisan yang tegak mendongak pun tak pernah diam walau dalam keheningan, dia diam membisu namun tajam memandang dalam sunyi yang menggulung sepi dan terus mengelilingi.
Bersamanya kudengar kisah panjang perjalanan yang terurai bagaikan benang benang yang menggulung di dedaunan. Dan kini dia membungkam panjangnya kisah yg sering kita urai di sepanjang jalan yang hampir saja kita terlena mengenali tempat perhentian. Terlena karena tenggelam dalam kebanggaan, terlena karena asik berhenti di keangkuhan, terlena karena tak bisa keluar dari kubangan kenikmatan maya, terlena karena terjebak dalam elusan nafsu yang tak berkesudahan, terlena karena terpikat oleh kemesraan indahnya maksiat yang disembuyikan atas nama amal, atau terlena dalam buaian prasangka kesolehan. Hingga saat waktunya tiba dengan tiba tiba ... kita hanya terhenyak dan terbelalak, ingin rasanya derteriak dan terus bergerak meronta dan mengiba tuk tambahan usia yang ingin kita tata. Namun semuanya tlah berakhir bersama tatapan merah tanah sang pusaran dan heningnya kisah panjang batu nisan.
Dan kini yang tersisa hanyalah sebuah batu nisan... yang kan tetap terdiam namun kan panjang bercerita tentang semua kisah yang tlah kita urai , bersamanya kan lekat terukir kisah panjang para penghuninya pada setiap tatapan mata yang memandang tulisan hitam sang nisan...
Ada kisah mekarnya bunga di taman bersama para penghibur malam yang tak henti mengurai cinta bersama bulir bulir air mata di atas sajadah cinta, ada kisah sahdu rayuan rindu para peyanjung kidung beningnya kalbu, ada kisah bahagia namun penuh bara angkasa para mujahid pencari sorga..
Namun ada pula kisah ngeri perusak negeri yang tenggelam bersama mimpi impi sunyi, atau cerita nestapa para pendewa dunia dan semua permata yang tenggelam dalam kubangan mimpi yang menjepiit dan menghempaskan jiwanya bersama syahwat dan kehinaan....
Lantas kisah apa yang ingin kita torehkan dan kan kita titipkan bersama tatapan batu nisan......???
Bersama sang nisan semuanya tak kan ada yang tak terbugkam...... Astagfirullohaladziim........

_______________________________ pusaran dan nisan 10012009 _______________________-
____________________________ baitul hikmah by abu azka colection _____________________